Jalan Takdir Syauqi
"Sudah sangat malam Dokter,belum pulang juga?" Seorang laki laki dengan kemeja berwarna navy berjalan menghampirinya dan bertanya kepadanya
"Banyak berkas yang harus saya kerjakan,"
"Oalah,kalau begitu banyak istirahat ya Dokter Syauqi" Laki laki itu menepuk pundak Syauqi dan menoleh ke pintu ruangan yang tertulis " MUHAMMAD SYAUQI AL-HAFIDZ " Dibagian tengah pintu tersebut
"Terimakasih Salman......bagaimana kondisi Pak Sulaiman?"
"Yaaa...begitulah,masih menutup mata Dokter" Salman tersenyum getir,membuat Syauqi merutuki dirinya sendiri kamu Dokternya,kok malah gak tau sihh?! rutuk Syauqi di dalam hatinya
"Oh yaudah kalau begitu saya duluan ya Dokter,saya cuman kebetulan lewat karna mau kekantin,Lapar.....hehehe" Salman menjabat tangan Syauqi dan beranjak pergi
"Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam" Jawab Syauqi,Ia juga beranjak menuju parkiran mobil,menyalakan mesin mobil dan membelah luasnya jalan raya,Syauqi mengemudi sedikit lebih cepat demi merasakan empuknya Kasur untuk ditiduri dengan tubuhnya yang lelah ini
Sebuah notifikasi pesan di HP nya membuat Syauqi merogoh saku celananya untuk meraih benda pipih itu,melihat siapa yang mengiriminya pesan
SALMAN,[Anak Pak Sulaiman]
S: Dokter......kata suster Papah saya sudah siuman,minta tong di cek besok ya sama Dokter
S.ALHFIDZ: Alhamdulillah kalau begitu.....baiklah, besok saya cej pagi pagi
S: Oke....Syukron Dokter
S.ALHFDZ: Afwan,
Terimakasih ya Allah,telah mengembalikan kesadaran Pasien saya.......semoga Pak Sulaiman bisa sembuh total dikemudian hari.
******************
"Berangkat pagi Nak?" Seorang Wanita setengah baya mengintip Syauqi dari pintu kamarnya yang terbuka, suara yang selalu lembut kembali menyapa pendengarannya
"Eh, iya Umi" Syauqi menghentikan pergerakannya yang sedang menyisir rambut,Ia berjalan menghampiri Sang Umi dan menyalami tangannya
"Hati-hati yaa.....semoga selalu Allah permudah urusan kamu,Syauqi"
"Aamiin,terimakasih Umi" Syauqi tersenyum tipis,Uminya sangatlah baik meski tak sering ia menyapanya,Karna menurut Syauqi Uminya itu hanyalah pengganti Bundanya yang sudah meninggal
Seorang Perempuan dengan wajah yang masih belia,sekitaran umur 19-an, berjalan menghampiri Umi dan Kakaknya dengan wajah datar, Syauqi amat tahu,Adik tiri perempuannya itu kurang suka dengan dirinya. Meski begitu, Syauqi tetap menyapanya ramah
"Pulang kapan Ai? udah selesai Volunteer nya?"
"Hm,Lo mau berangkat sekarang Kak?" Tanya Aisyah Humeyra Al-Hafidzoh,Adik tiri perempuan Syauqi, dengan wajah datar
"Iyaa,ada pasien yang udah siuman.....Aku mau cek kondisi dia" Syauqi tersenyum lebar,Senang karna direspons oleh Seseorang yang selama ini tidak pernah menyukainya
"Yaudah,Gue duluan" Aisyah berlalu begitu saja dari hadapan Syauqi dan Uminya, membuat Sang Umi menoleh ke Syauqi dan tersenyum penuh kelembutan
"Syauqi juga ya Mi, pamit"
"Iyaa Nak,Umi juga mau tilawah dulu" Sang Umi beranjak pergi meninggalkan pintu kamar Syauqi,Laki laki itu juga mengambil Jaz Dokternya dan mengambil Tas Hitam kecil miliknya.
Kemudian ia beranjak keluar kamar dan menyusuri koridor di kediaman "AL-HAFIDZ" untuk mencari Sang Ayah,namun,yang ditemuinya malah seorang Cowok dengan paras tampan nan tegas diperjalanannya menyusuri koridor itu, Syauqi sangat tahu dengan Cowok tampang nakal itu. Itu adalah Muhammad Hasbi Al-Hafidz, Abang kandung Aisyah
"Bi? pulang kuliah? gimana jurusan Arsitekturnya?" Namun Hasbi tetap berjalan melewatinya,tak menggubris perkataan Syauqi,membuatnya menghela napas panjang Kalo Hasbi.....aku juga gak tau sampai kapan akan kayak begini,dia gak pernah mau akur sama aku........Sang perebut Abinya.
Tak apa, pikir Syauqi.....tak semua orang bisa berdamai dengan keadaan.
*************************
Syauqi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang,pikirannya berkecamuk karna bertemu dengan Hasbi setelah sekitar 6 bulan tak berjumpa,menembus memori masa lalu penyebab Syauqi dan Hasbi tak pernah akur
Flashback On.........
"Bunda,kan dikit lagi Syauqi milad......dimilad Syauqi kali ini Bunda mau kasih Syauqi apa?" Seorang Anak laki laki berusia 10 tahun dengan Paras tampan dan Kacamata bening yang melingkari kedua matanya,bertanya kepada Sang Bunda yang sedang memasak Omelette
"Syauqi mau apa dari Bunda?" Tanya Bundanya lembut,dengan mata tetap terfokus ke penggorengan berisi Omelette
"Emm......Syauqi mau Bunda sembuh aja! Bisa kan Bunda?" Perkataan Sang Putra membuatnya terdiam,teringat dengan penyakit Kanker Rahim Stadium 4 yang tengah diidapnya,penyakit yang kemungkinan besarnya akan merenggut kehidupannya
"Bisa kan Bunda? apa permintaan Syauqi terlalu sulit buat Bunda?" Syauqi mencolek pundak sang Bunda karna terdiam,membuat Bundanya menoleh dan menatap sendu sang Putra
Siapa orang yang gak mau sembuh,Nak?
"Kok Bunda diem? tuh kaaaannnnnnn.......mata Bunda berair" Syauqi mengelap buliran air yang keluar dari sudut mata Bundanya,kemudian menangkup Wajah sang Bunda yang menatapnya sendu
"Bun-"
"Syauqi mau janji sama Bunda gak?"
"Mau! janji apa Bunda? Insya allah Syauqi tepatin!"
"Kalo......Bunda pergi,Syauqi janji bakal nurut dan gak nyusahin Ayah sama Umi ya? akur-akur sama Hasbi dan Aisyah"
"Bunda mau pergi kemana? Syauqi mau ikut" Ucapan Syauqi membuat Bundanya mengusap wajah putih Syauqi,enggan untuk menjawab pertanyaan sang Putra
"Bunda gak boleh pergi kalo belum sembuhhhh......" Syauqi menjarakkan dirinya dengan sang Bunda,membuka mulutnya guna mengucapkan sesuatu
'Syauqi cuma mau ngomong............Syafakillah Bunda kesayangannya Muhammad Syauqi Al-Hafidz!" Mendengarnya membuat Bunda menarik Syauqi ke pelukannya,ia terisak dipelukan itu,kata kata yang amat menyayat hatinya
"Aamiin," lirih Sang Bunda
Sedangkan dibalik dapur,seorang Pria Paruh baya yang sedari tadi mendengarkan percakapam hanya terdiam, Ia adalah Ayah dari Syauqi dan Abi dari Hasbi dan Aisyah,pikirannya seketika melayang ketika Sang istri pertama [Bunda dari Syauqi] memintanya untuk menikah kembali agar ada yang mengurusi dirinya dan Sang Putra,Syauqi. Maka ketika dirinya menikah dengan Perempuan pilihan Istri pertamanya,Lahirlah Hasbi dan Aisyah. Dan kesalahan terbesarnya adalah.......sampai sekarang pun ia belum mencintai Umi dari Hasbi dan Aisyah itu,dan ia pun sering kali terkesan pilih kasih dengan mereka Yaaa.....mau bagaimana lagi,Saya cuma cinta sama Khodijah,bukan kamu Azkiya
"Ayah pulang," Sang Ayah akhirnya masuk kedapur dan menyapa dua orang kesayangannya
"Ayah!" Syauqi yang sedang berpelukan dengan Bundanya menoleh dan tersenyum lebar melihat kehadiran Superheronya,Yaitu Sang Ayah
"Sini peluk Ayah" Sang Ayah merentangkan tangannya kearah Syauqi,membuat Syauqi terdiam dan menoleh ke Bundanya
"Sana peluk Ayah,Nak" Syauqi tetap terdiam,Ia seperti memikirkan sesuatu,membuat Sang Ayah bertanya
"Kenapa Syauqi?"
"Gak ada Hasbi kan Ayah?" Sang Ayah hanya tersenyum
"Emang kenapa" Tanya Ayahnya balik
"Hehe,Gak kok" Syauqi tersenyum dan berlari menghampiri Ayah dan memeluknya erat,Sang Ayah pun mengangkat tubuh mungil Syauqi dan melayangkan nya bak pesawat terbang,membuat Syauqi kaget dan tertawa lebar
"Ayah! Syauqi udah besar loohh.....jangan gendong tinggi-tinggi!"
"Gak papa,kan Syauqi Putra kesayangan Ayah"
"Iyaa iyaa......Ayah kesayangan nya Syauqi!"
Namun,dibalik kebahagiaan keluarga cemara itu,Seorang Anak laki laki dengan usia kurang lebih 7 tahun mengepalkan tangannya erat,Wajah tampan yang biasanya senantiasa Tenang,dingin,dan Berkharisma. Kini menunjukkan gurat kesedihan dan kekesalan yang bercampur aduk.
Anak kesayangan?!
"Bang Hasbi! mau kemana?" Seru seorang Gadis Mungil dengan umur yang tak jauh dari Hasbi,Gadis Mungil dengan rambut dikuncir kuda itu adalah Aisyah
"Hasbi?" Syauqi yang mendengar seruan itu meminta Sang Ayah untuk menurunkannya
"Kenapa lagi anak itu," Ayah dan Syauqi menghampiri Aisyah dan bertanya mengapa tadi ia berseru
"Kenapa lagi Abang kamu,Aisyah?"
"Entah lah Abi.......Aku gak tahu" Jawaban Aisyah membuat Sang Abi mengusap wajahnya, Aisyah menoleh kearah Syauqi yang menatapnya antusias
"Kamu kesini mau main sama aku,Ai?"
"Iyaaa,aku sama Bang Hasbi mau main sama Kak Syauqi......tapi Bang Hasbinya lari keluar"
"Yaudah,kita samperin yuk Ai,"
"Ayuk Kak" Syauqi dan Aisyah berjalan keluar rumah dan mendapati Hasbi tengan melamun di ayunan halaman rumah Syauqi
"Bang Hasbi!" Aisyah lari menghampiri Sang Abang dan memeluknya,ia paham mengapa Abangnya seperti ini
"Ai,Aku terlalu jelek ya? sampai Abi pilih kasih sama aku.....aku terlalu bodoh kah? terlalu nakal kah? terlalu-"
"Ssstt! gak kokk....Bang Hasbi itu ganteng,pinter,baik......temen aku Naura sama Vira aja suka kan sama Abang? hihi" Aisyah sedikit menyeletuk guna mengembalikan Mood Sang Abang. Tapi Aisyah tak sedikitpun membual,Ia berkata dengan Realita yang sebenarnya. Hasbi adalah First Most Wanted Di SDnya,tak menampikkan meskipun Hasbi baru kelas 2 SD, menjadi murid pemegang Ranking satu dari setahun yang lalu, Hasbi pun diangkat sebagai Ketua Kelas dan Ketua Seksi Keamanan disekolahnya.
"Kebiasaan! kamu ceritain aku ke temen temen kamu ya?" Hasbi melepaskan pelukannya,hidungnya memerah karna sedaru tadi
0 Response to "Jalan Takdir Syauqi"
Posting Komentar